Cantik adalah Modal jadi Model Kosmetik atau Kosmetik yang jadi Modal biar Cantik bak Model, sebuah renungan rekrutmen

Hanya wanita cantik yang bakal dipilih jadi model iklan kosmetik oleh berbagai agensi periklanan. Kalau tidak cantik sulit terpilih atau malah hampir pasti tidak akan dipilih. Rasanya banyak dari kita menyadari kenyataan bahwa sebenarnya wanita cantik lah yang dipilih untuk jadi model iklan kosmetik. Sedangkan beli kosmetik belum pasti bisa membuat pembeli jadi secantik model iklan nya. Tapi menyadari kenyataan ini tak menghalangi kita untuk membeli produk kosmetik dengan harapan kita bisa secantik model iklannya.

Fashion Models Silhouettes

Hal serupa terjadi juga di marketing universitas atau sekolah dalam mencari mahasiswa baru. Berbagai universitas berlomba lomba melakukan branding dan pencitraan kualitas pendidikan dengan menunjukkan banyaknya jumlah lulusannya yang sudah sukses. Universitas yang sudah memiliki brand image sebagai universitas bermutu dapat memperketat seleksi penerimaan mahasiswa barunya. Pertanyaannya, apakah kuliah di universitas yang terbaik pasti akan jadi lulusan yang sukses? Atau karena banyak para calon mahasiswa bibit unggul yang masuk ke universitas terbaik yang kemudian saat lulus banyak yang sukses. Mahasiswa bibit unggul tidak perlu diberi stimulus pun bisa sukses sebenarnya. Apalagi diberikan stimulus yang benar.

Rolf Dobelli menulis soal bias seleksi dengan hasil; faktor dalam memilih menjadi bias karena terpengaruh melihat faktor hasil. (artikelnya berjudul Does Harvard Makes You Smarter? di Buku The Art of Thinking Clearly).

Bias pemilihan oleh para calon mahasiswa baru ini pada akhirnya tetap akan memancing lebih banyak mahasiswa bibit unggul yang memilih universitas ternama. Sehingga pada gilirannya akan menghasilkan banyak lulusan sukses lagi, walaupun belum tentu itu karena campur tangan dan jasa dari universitas. Bila hal ini disadari sepenuhnya dan dengan dikelola secara cerdas maka akan menghasilkan lingkaran malaikat (kebalikan dari lingkaran setan) karena semakin lama dampaknya akan semakin bagus seperti bola salju positif. Makin banyak lulusan sukses, makin tinggi persepsi kualitas universitas.  Makin tinggi persepsi kualitas universitas, makin banyak calon mahasiswa unggulan masuk. Makin banyak mahasiswa unggulan masuk, makin tinggi tingkat kemungkinan lulusan sukses nya.

Merenungkan hal ini dalam konteks rekrutmen karyawan, menjadi krusial bagi praktisi rekrutmen untuk membuat branding yang tepat untuk employee value proposition yang dibangun.
Meng-attract talenta terbaik menjadi karyawan, kemudian mempertahankannya dari godaan perusahaan pesaing agar bisa membuktikan pada market talenta bahwa employee value proposition nya lah yang terbaik. Makin tinggi branding nya makin banyak talenta yang tertarik masuk. Begitu seterusnya sehingga menciptakan lingkaran malaikat mendongkrak kinerja perusahaan.

Oleh karena itu saat ini penting bagi team rekrutmen untuk memahami dengan benar konsep dan praktek marketing dan branding untuk diimplementasikan dalam menarik talenta. Team Marketing dan Rekrutmen memiliki tugas yang sama, yang berbeda hanya produk yang dipasarkan. Team Marketing bertugas memasarkan products & services. Team Rekrutmen memasarkan Corporate Culture & Employee Value Proposition.

About Erwin Muniruzaman

A seasoned and intelligence HR practitioner with a span of more than 12 years on overall HR experience practice in leading companies of Banking and Retail industry. Leveraging his vast knowledge on Indonesian HR practices and regulations, to build a Performance Culture organization. Currently managing all HR strategy and policies in a multiformat retail business group with almost 15.000 employees in 33 cities across Indonesia. Act as a trusted advisor to member of Board of Directors on HR matters and responsible to align HR Strategies and Initiatives with busines strategic planning. Together with HR Director have transformed a passive and administration focus HR team into more adaptive, dynamic and modern HR team that always aligned its strategy with business strategy and needs. A passionate and HR enthusiast that always eager to share his ideas, opinions and experiences about HR related topics (especially Indonesian cases) to public, as a speaker as well as a HR blog writer in his personal blog/LinkedIn Profile : http://www.mewarisgagasan.wordpress.com https://id.linkedin.com/erwinmuniruzaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: