Menghadirkan Difabel di Ruang Kerja – Kiat Trans Retail Indonesia

“Kami mengira memberi kesempatan bekerja pada penyandang Disabilitas adalah untuk membantu mereka.”

“Kami merasa memberikan kesempatan kerja bagi penyandang Disabilitas saja sudah cukup.”

“Kami pikir dengan punya niat baik saja untuk menolong penyandang Disabilitas semuanya akan pasti berjalan baik.”

Demikian team manajemen Trans Retail bercerita tentang bayangan yang ada di benak mereka saat memulai memberikan kesempatan bekerja bagi penyandang  disabilitas.

Tapi seiring berjalan waktu, kenyataan telah memberikan pembelajaran berharga bahwa semangat dan niat baik saja tidak cukup untuk bisa membawa keberhasilan. Jatuh bangun dan kegagalan memberikan pengalaman berharga bagaimana memperbaiki dan menyempurnakan program agar berhasil. Program yang dirintis di akhir 2010 di Surabaya sempat tersendat.

Tak patah arang, upaya perbaikan terus dilakukan dan disempurnakan, sehingga pada akhir Juni 2015 ada 140 orang Difabel (Tuna Rungu dan Tuna Daksa) bergabung di Trans Retail melalui program khusus yang diberi nama Program Angkasa.

Pembelajaran penting yang diperoleh dari seluruh proses dan pengalaman ini adalah niat baik untuk membantu haruslah dibarengi dengan pemahaman yang benar tentang Difabel, pengetahuan yang memadai, dilengkapi dengan ketulusan komitmen dan keterbukaan hati.

Jika itu terwujud, alih alih membantu Difabel, ternyata kehadiran mereka malah justru membantu karyawan lain menjadi lebih semangat bekerja dan bersyukur.

“Program Angkasa di Trans Retail bukan untuk membantu para difabel, akan justru tetapi mereka yang membantu kami untuk membentuk budaya bersyukur,
yang membuat kita mau belajar mensyukuri karunia Tuhan YME, serta mengingatkan kita yang masih sering lalai dan tidak maksimal dalam bekerja. Mereka membukakan mata kita untuk terus menerus mau melakukan yang terbaik, mereka memberikan teladan walau dengan segala tantangan yang menghadang.”

Program Angkasa adalah program magang yang dirancang khusus untuk membimbing Difabel sebelum bekerja di dunia kerja yang sesungguhnya (khusus nya bidang Retail).

Dilaksanakan bekerja sama dengan Disnaker, Dinsos, Lembaga Pendidikan  Luar Biasa dan komunitas Difabel dalam proses seleksinya. Kandidat yang direkomendasikan selanjutnya akan dibimbing oleh team Trans Retail untuk belajar bekerja dan beradaptasi dengan dunia kerja di Retail.

Program Angkasa ini dilakukan dalam bentuk:

Bagi peserta magang yang lulus Program Angkasa selama 6 bulan selanjutnya dapat menjadi karyawan Trans Retail.

Di bawah ini ada beberapa kiat Trans Retail dalam memperkerjakan Difabel:

Gunakanlah Istilah Difabel

Istilah Difabel mengacu pada pemahaman bahwa mereka memiliki Different Ability atau memiliki kemampuan yang berbeda. Sehingga penggunaan istilah ini diharapkan akan membentuk mindset dan persepsi positif di pihak perusahaan dan pekerja lainnya bahwa Difabel adalah pekerja yang memiliki kemampuan berbeda, bukan memiliki keterbatasan. Dengan demikian keseluruhan proses akan fokus pada kelebihan dan kemampuan yang berbeda dari Difabel.

Disarankan melalui Proses Magang

Pemberian kesempatan kerja melalui tahapan magang ini merupakan bentuk yang dirasa paling tepat. Dengan tahapan ini akan diperoleh win-win solution dan pembelajaran serta proses adaptasi yang memadai bagi semua pihak yang terlibat. Pencari kerja Difabel, komunitas Difabel, Disnaker, Dinsos dan perusahaan, semua akan belajar dan bersinergi bersama menyiapkan Difabel yang ingin bekerja di Retail.

Lakukan Kerjasama

Dengan bekerjasama dengan berbagai pihak yang memang selama ini menangani dan memahami Difabel akan memudahkan proses memahami apa sebenarnya yang menjadi kebutuhan dari Difabel. Pihak tersebut antara lain Lembaga Pendidikan Luar Biasa, Komunitas Difabel, Disnaker dan Dinas Sosial.

Persiapkan Pendamping

Pendampingan menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan. Pengalaman kegagalan di awal program antara lain disebabkan tidak disiapkan pendamping saat proses magang berjalan. Pilihlah karyawan di departemen yang sama dengan rencana penempatan Difabel yang memang mau menjadi pendamping. Kemudian bekali pendamping ini dengan pengetahuan yang memadai mengenai Difabel.

Jangan Menerima Hanya 1 Orang Difabel

Sebisa mungkin terimalah Difabel minimal 2 orang di area kerja atau departemen yang sama. Sehingga selain ada Pendamping, mereka juga merasa memiliki teman atau komunitas sesama Difabel. Hal ini pada gilirannya akan memudahkan komunikasi baik dengan pekerja lain dan meningkatkan rasa betah di perusahaan.

Lakukan Sosialisi Internal Perusahaan

Persiapkan lingkungan kerja sebelum mulai program. Pemahaman yang sama dan komitmen semua pihak akan membantu kelancaran pelaksanaan. Jelaskan tujuan perusahaan melaksanakan program serta berikan pengetahuan memadai mengenai Difabel. Seringkali masalah timbul hanya karena mispersepsi dan pemahaman yang berbeda atas maksud dan tujuan perusahaan

Kenali Karakter Individu Difabel dan Hindari Stereotyping

Masing-masing Difabel memiliki kepribadian yang berbeda, sama seperti karyawan lainnya. Oleh karena itu kenali karakter masing-masing individu sebagaimana kita mengenali karyawan kita. Identifikasi karakter misalnya yang mana yang ekstrovert dan mana yang introvert.

Jangan Sok Tahu, Tanya Sebelum Membantu.

Salah satu kesalahan umum adalah selalu menganggap Difabel membutuhkan bantuan setiap waktu atau kita merasa lebih tahu kebutuhan mereka daripada Difabel itu sendiri. Tanya kepada mereka dan minta izin sebelum memberikan bantuan. Bisa jadi mereka tidak membutuhkan bantuan dan malah merasa terganggu.  Suatu ketika Trans Retail pernah menyiapkan video untuk Difabel Tuna Rungu dilengkapi dengan penterjemah bahasa isyarat di pojok layar video. Ternyata pada saat diputar di depan mereka, para Difabel menutup bagian layar tersebut, karena merasa terganggu, Difabel di Trans Retail ternyata lebih memilih membaca gerak bibir dibanding melihat penterjemah bahasa isyarat di pojok layar. Jadi lain kali tanyalah sebelum membantu.

Siapkan Lokasi Kerja dan Atribut Kerja yang Sesuai

Dalam menerima Difabel kita harus menyiapkan area kerja sesuai dengan kemampuan mereka. Saat ini di Trans Retail baru menerima Tuna Rungu dan Tuna Daksa, disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan lokasi kerja yang tersedia. Beri Atribut Kerja yang sesuai untuk mempermudah pelaksanaan pekerjaan.

Jakarta, Agustus 2015

About Erwin Muniruzaman

A seasoned and intelligence HR practitioner with a span of more than 12 years on overall HR experience practice in leading companies of Banking and Retail industry. Leveraging his vast knowledge on Indonesian HR practices and regulations, to build a Performance Culture organization. Currently managing all HR strategy and policies in a multiformat retail business group with almost 15.000 employees in 33 cities across Indonesia. Act as a trusted advisor to member of Board of Directors on HR matters and responsible to align HR Strategies and Initiatives with busines strategic planning. Together with HR Director have transformed a passive and administration focus HR team into more adaptive, dynamic and modern HR team that always aligned its strategy with business strategy and needs. A passionate and HR enthusiast that always eager to share his ideas, opinions and experiences about HR related topics (especially Indonesian cases) to public, as a speaker as well as a HR blog writer in his personal blog/LinkedIn Profile : http://www.mewarisgagasan.wordpress.com https://id.linkedin.com/erwinmuniruzaman

3 comments

  1. Pingback: Download UU No. 13 tahun 2003 Ketenagakerjaan | Mewaris Gagasan - Just Sharing Ideas

  2. Pingback: Download PP No. 45 tahun 2015 Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun – BPJS | Mewaris Gagasan - Just Sharing Ideas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: